Bedah Karya Sebagai Penilaian Karya Tulis

Salah satu pemberdayaan terhadap literasi melalui bedah karya. Bedah karya adalah suatu program yang membahas naskah yang di koreksi bersama teman-teman penulis di kalangan umum, terutama kalangan Forum Lingkar Pena cabang Surabaya. Ihdina Sabili sebagai koordinator Devisi Karya memberi kesempatan membedah naskah hasil mengirim Satu Pekan Satu Pengirim (SPSP) yang terpilih oleh penulis. Setiap kali menulis perlu rutin, tetapi naskah yang dikirim akan dikoreksi apakah sesuai dengan ketentuan dan kaidah bahasa menurut Bahasa Indonesia.

Kegiatan ini dikelola sejak tahun September 2016 oleh Devisi Karya. Menurut Faricha Auliya "Bedah Karya ini menjadi suatu program kebijakan terhadap naungan Forum Lingkar Pena Surabaya. Jarang sekali ada kegiatan yang menarik dibanding bedah buku yang mengupas tentang isi tulisan. Berkat bedah karya mencoba untuk anggota agar lebih cenderung ke dalam isi tulisan. Kegiatan bedah karya dilakukan satu minggu dalam sebulan. Ia berharap bedah karya segera diterapkan oleh kebijakan FLP maupun komunitas kepenulisan.

Setelah dari bedah karya adalah mencoba kembali hasil pengoreksian yang menilai dari naskah penulis. Paling tidak memiliki buku tunggal jika berani terbit. Selain itu karya tulis yang ditulis berdasarkan penilaian pada segi bahasa dan ejaan. Ia berharap si Inspirator membawa berkah bagi kita.

Upaya Sidang Karya Sebelum Menerbitkan Naskah Solo

Sidang hukum mungkin sudah menjumpai di bidang hukum. Atas pengajuan sesuatu oleh para Hakim membuat para pendakwa membacakan sikap keadikan terhadap kasus besar. Terutama di bidang Politik, hukum, kesehatan, pendidikan, dan sebagainya. Sedangkan kegiatan sidang karya tentu belum dijumpai pada kalangan komunitas. Melainkan kegiatan yang dibedah naskah solo sebelum menerbitkan buku ke penerbit.

Sidang karya merupakan kegiatan yang mengulas penilaian naskah karya tulis sebelum diterbitkan di penerbit mayor / indie. Biasanya program ini membangun kinerja oleh para Devisi Karya. Ihdina Sabili sangat apresiasi atas maraknya sidang karya yang ingin diajukan naskah solo agar hasil penilaian dari kurator sebagai saran dan direvisi karya tulis. Tidak lagi memanggil penguasa hukum, dan diajukan secara perkara hukum. Melainkan juga ada kurator, para pengajuan naskah karya, dan peserta sidang karya memberikan masukan dan pemaparan secara optimal dan kreatif.

Salah satunya Otentik yang lebih murni saat kurator menyampaikan kesalahan dalam segi bahasa maupun isi tulisan yang melibatkan gagasan dan ide yang sekiranya mampu mengugah segi makna atau proses kreatif kepenulisan secara berkala. Menurut Zayyin bahwa Sidang Karya menjadi salah satu kegiatan spesial yang diwadahi pengoreksian naskah, alur, dan struktur bahasa melalui aplikasi gagasan dan bertutur. Suatu saat naskahmu akan diterbitkan bila mencoba kegiatan sidang karya. Program dikhususkan untuk kalangan Forum Lingkar Pena Surabaya. Tujuan dari program ini adalah untuk mengenal dan sisi balik sidang karya mengajukan naskah sebelum penerbit serta upaya memberantas malasnya berkarya.

Cara Jitu Ketika Hari Pertama Masuk Sekolah

Tak terasa liburan sudah selesai dan beralih pada tahun ajaran baru untuk kalangan sekolah, kampus, maupun akademik lainnya. Umumnya orang tua dan anak pada hari pertama masuk sekolah merasa punya nilai filosofi tersendiri, dilihat dari sisi reaksi pada anak-anak. Sebagian ada siswa ketika masuk sekolah begitu menyenangkan, serta ada siswa hendak masuk sekolah terasa mengalami trauma secara psikologi. Tidak tutup kemungkinan hari pertama sekolah menjadi tantangan tersendiri bagi siswa yang menempuh di Sekolah. Sebenarnya di hari pertama sebagian siswa baru melakukan pengenalan sekolah baru diterapkan melalui ospek. Bagi siswa yang sudah naik kelas di beri libur selama tiga hari atau ada kegiatan lain yang mewarnai hari pertama masuk sekolah tersebut. Suasana hari pertama sekolah hanya silaturahmi seusai libur lebaran dan libur semester lalu dipersiapkan jadwal yang harus ditempuh selama setahun ke depan.

Ada cara yang dilakukan ketika hari pertama Sekolah menurut pengamatanku yang pernah dilakukan selama ini

1. Melakukan Masa Orientasi Siswa untuk Siswa Baru
Salah satu kebiasaan pada siswa baru yakni mengadakan Masa Orientasi Siswa atau kegiatan pengenalan lingkungan sekolah. Kegiatan selama tiga hari ini bertujuan untuk menyampaikan visi dan misi yang diterapkan oleh Sekolah. Siswa baru ditugaskan hormati penerapan 4S (Sapa, Salam, Senyum, dan Sopan) terhadap kakak kelas serta kalangan guru dan karyawan selama kegiatan berlangsung. Sebelum melakukan MOS alangkah baiknya diikuti upacara pembukaan yang sering dilakukan oleh pihak sekolah atau ada tradisi penyambutan siswa baru yang dilakukan oleh kalangan Pondok Pesantren, dan sekolah berbasis agama dan budaya. Fungsi dari kegiatan pengenalan sekolah bagi siswa baru untuk menumbuhkan kontimen, dan rasa tanggung jawab terhadap pembekalan ilmu di sekolah, serta membangun akhlaq dan moral menurut kaidah budi pekerti. Kegiatan ini dilakukan setiap tahun bagi siswa baru yang menempuh di Sekolah baru baik nasional maupun internasional.

2. Kegiatan Halal Bi Halal
Sebagian besar halal bi halal yang dilakukan oleh pihak sekolah untuk mengeratkan silaturahmi antar sesama muslim. Pada umumnya halal bi halal biasanya tiap tahun selalu ada untuk berjabat tangan dan berminta maaf pada siswa dan guru. Agar halal bi halal berjalan penuh efektif ia berkumpul keluarga besar sekolah baik siswa dan guru di Lapangan dalam rangka silaturahmi antar sesama. Lebih menarik adalah selalu interaksi siswa dan guru tentang hasil liburan selama dua pekan maupun menggali kebiasaan baru yang konon mempunyai nilai budaya di sekitar desa. Banyak sekali cerita yang didiskusikan sebelum memulai jadwal pelajaran di Sekolah. Hari pertama sekolah bagi siswa lama selain halal bi halal ada sesuatu yang bisa diberikan untuk melengkapi kebahagiaan serta suka dan duka yang bisa dijadikan pesta. Apalagi melebihi apa yang ada. Contohnya siswa SMA yang hendak foto bareng dan saling cangkruk kepada teman sebaya. Itupun melengkapi suasana hari pertama masuk sekolah sebagai momentum baru di tahun ajaran baru. Intinya halal bi halal selalu dilakukan.

3. Siapkan Jadwal Pelajaran dan Tugas yang diberikan selama setahun di Kelas
Seusai melakukan kegiatan bebas di hari pertama sekolah tentu dipersiapkan jadwal pelajaran maupun tugas-tugas yang diberikan oleh guru. Hal ini bertujuan untuk menambah potensi dan kemampuan motorik kepada siswa, dan menambah pekerjaan rumah yang senantiasa menguji nalar menarik selama menggali ilmu di Sekolah. Paling tidak beri keringanan jika ada mengalami kesulitan dalam memberi tugas.

4. Masuk Sekolah Tiada Mengenal Rasa Cemas
Ketika hari pertama sekolah, para siswa harus berani dan penuh energik ketika masuk sekolah. Kadang-kadang sebagian siswa yang takut sekolah karena reaksi lingkungan, tata kebiasaan, dan sebagainya juga berdampak negatif terhadap ego anak. Pengalaman saya masuk sekolah didampingi orang tua saya lalu mencari kelas yang disediakan. Masuk sekolah tidak perlu banyak tegang, cukup mengandalkan keberanian dan percaya diri membuat siap untuk menuntut ilmu di kelas. Jangan sampai masuk sekolah dan waktu pembelajaran di kelas suasana siswa hanya seenaknya. Upayakan guru memberikan arahan kepada siswa sebagai membangun komunikasi dan etika agar menciptakan karakter yang bermutu dan berkualitas baik. Terus dioptimalkan keberanian dan fisik saat hendak menuntut ilmu di Sekolah.

5. Gunakan Perlengkapan Sekolah yang Baru
Sebagian ada perlengkapan sekolah yang masih layak pakai atau menggunakan perlengkapan sekolah yang baru. Ada penampilan seragam dan atribut membuatnya keren dan eksotis. Bahkan Tas, Seragam, Buku Tulis, Buku Pelajaran, dan Segala bekal yang digunakan selama belajar di Sekolah. Tujuannya agar perlengkapan digunakan tidak terjadi kehilangan dan saling meminjam satu sama lain.

6. Menerapkan Tata Tertib di Sekolah
Biasakan menaati tata tertib yang ada di sekolah maupun pondok pesantren. Karena tata tertib senantiasa membangun kedisplinan serta moral secara beradab. Bila merasa keberatan cukup ditanyakan dan difahami secara betul. Taati secara bijak dan betul-betul diperhatikan.

7. Membangun Akhlaq dengan Suasana Beribadah
Selain menuntut ilmu juga meraih hati dengan bersih dengan beribadah di Masjid. Biasakan jalankan ibadah sesuai keyakinan kepada tuhan yang maha esa. Tumbuhkan akhlaqul karimah sebagai rasa syukur kepada allah melalui ibadah dan tunaikan kewajiban pada Allah.

Inilah cara jitu ketika hari pertama masuk sekolah. Intinya adalah terapkan kebiasaan yang dilakukan oleh siswa dan guru agar menciptakan karakter, berakhlaq, dan berjiwa konitmen selama menuntut ilmu di Sekolah. Semoga hari pertama masuk sekolah senantiasa berkah dan manfaat.

Bedah Karya Sebagai Penilaian Karya Tulis

Salah satu pemberdayaan terhadap literasi melalui bedah karya. Bedah karya adalah suatu program yang membahas naskah yang di koreksi bersama...