Flamboyan dalam Segundang Puisi adalah suatu kumpulan puisi yang mengambil konsep tentang tangkai bunga ke dalam berbagai puisi. Bahasa dalam puisi hampir terjadi dalam setiap bait-bait puisi yang berbaur romantika yang masih diciptakan hingga kini. Menulis puisi sebulan sebab memiliki dampak yang sangat di pengaruhi oleh pembaca. Bagaimana mengoptimalkan segi religi dan perasaan yang hampir tersinggumg dan lain-lain tentu sebuah perasaan dan ungkapan biasa yang sering dilakukan. Bahkan tidak hanya romantika. Ada beberapa puisi yang memiliki komponen politik dan hukum. Tidak jarang diksi politik membuat segmen pembaca merasa di pertimbangkan dan makna secara terbuang.
Di halaman terakhir ada sedikit ilustrasi yang bisa memaknai setiap gambar tersebut dan diciptkan dalam sebuah puisi. Kenapa bisa? Dari sekolah dasar saya menghayati perempuan sebagai tonggak estafet di bidang kreatifitas dan ilmu pengetahuan yang harus didalam. Lama kelamaan perempuan hampir mayoritas melahirkan anak hingga mendewasakan dia. Perempuan tersebut bukan hal yang perkara tapi ada keistimewaan yang dipetik dalam puisi ini serta membangun keakraban akan membawa perubahan. Inilah perempuan yang melebihi keutamaan dan kewenangan di tiap cerita dan menaburkan sebuah diksi yang menilai lembut dan perlahan-lahan.
Mengapa puisi ini diangkat bunga flamboyan? Secara pasti ditumbuh pada pertengahan musim. Ditengah bulan tersebut ada peringatan hari pendidikan dan hari buku nasional. Hal ini pasti sejarah hampir dikenang kembali masa-masa yang didirikan oleh beliau. Hal ini bisa mengakomodasikan antara sastra dan kebudayaan menjadi perpaduan kental dalam kehidupan sehari-hari. Ada semacam prosa yang mengisahkan pandangan tinta yang kini jarang ditulis dan mengindap zaman modernisasi yang diselipi dengan teknologi yang canggih dan memiliki panduan kreatifitas yang bermacam-macam. Puisi hanya memuat diksi secara modern dan tidak bisa memikirkan masa lalu terhadap penciptaan karya tersebut.
Oleh karena puisi bisa meramu berbagai persepktif sudut pandang secara objektif dan makna yang jelas serta detail. Flamboyan dalam Segundang Puisi menjadi tematik terhadap perasaan yang memiliki sesuatu yang dipersembahkan kepada perempuan, sahabat, dan tuhan.
No comments:
Post a Comment